• Jelajahi

    Copyright © DETAK SUMBAR
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Analisis Tajam Rispondi, S.I.Kom. Guncang Publik: Mempertanyakan Wibawa APH di Tengah Menggilanya Tambang Emas Ilegal Sumatera Barat

    Selasa, 08 September 2026, September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-08T14:46:45Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    JAKARTA | Sebuah ulasan ilmiah dan kritis yang ditulis oleh pengamat komunikasi dan lingkungan, Rispondi, S.I.Kom., mendadak menjadi sorotan nasional dan viral di berbagai lini masa. Melalui artikel ilmiahnya yang berjudul “Peran Media untuk Memastikan Penyelenggaraan Pembangunan yang Berkelanjutan di Sektor Pertambangan, Kehutanan dan Perkebunan”, Rispondi secara elegan namun menohok menelanjangi ketidakberdayaan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menghadapi gurita mafia Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sumatera Barat.

    Tulisan yang disusun dengan metodologi berpikir tingkat tinggi dan bahasa akademis yang santun ini justru berhasil menciptakan efek kejut (shock therapy) bagi jajaran penegak hukum. Tanpa menggunakan narasi fitnah atau tendensi yang melanggar UU ITE, Rispondi menggunakan kekuatan data, fakta media, dan logika hukum yang tidak terbantahkan untuk mempertanyakan mengapa institusi hukum seolah lumpuh di hadapan para pelaku kejahatan lingkungan.

    "Ini adalah potret dialektika yang sangat cerdas. Rispondi tidak menyerang secara personal, melainkan menggunakan pendekatan akademis yang objektif untuk memotret realitas ekologis. Tulisan seperti ini justru membuat institusi hukum harus mawas diri, cemas akan hilangnya kepercayaan publik, sekaligus segan karena argumentasinya begitu kuat dan dilindungi oleh hak konstitusional berpendapat," ujar seorang pakar hukum tata negara di Jakarta.

    Dalam artikelnya, Rispondi menyoroti kontradiksi nyata antara derasnya pemberitaan media mengenai aktivitas ekskavator yang merusak hutan dan sungai di Ranah Minang, dengan nihilnya tindakan konkret berskala besar dari aparat setempat. Pertanyaan akademis yang diajukannya mengenai kemungkinan adanya "main mata" atau kekuatan mafia yang melebihi otoritas formal kedinasan, dinilai sebagai kritik konstruktif yang sangat berwibawa.

    Dampak dari viralnya tulisan ini tidak hanya memicu perbincangan hangat di tingkat nasional, tetapi juga mengubah peta hubungan antara akademisi dan praktisi hukum. Alih-alih memicu respons represif, kedalaman analisis Rispondi justru membuat banyak pihak di lingkaran penegakan hukum merasa kagum dan menaruh hormat yang tinggi terhadap dedikasi ilmiahnya bagi kelestarian lingkungan.

    - SELESAI -

    Kontak Media:Tim Publikasi Rispondi, S.I.Kom.Email: media@rispondi-institute.org

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini